Press Release

ONE DECADE Jakarta Fashion & Food Festival 2013

May 02, 2013

Kamis, 2 Mei 2013 di Balai Agung Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta digelar Preview program tahunan Jakarta Fashion & Food Festival 2013 yang merupakan hasil kerjasama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, bersama PT Summarecon Agung Tbk. Program akbar yang bertempat di Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara ini akan berlangsung pada tanggal 9 - 26 Mei 2013.

Jakarta Fashion & Food Festival yang biasa disebut JFFF (baca: Je Ef Tri) sudah terselenggara setiap tahunnya pada bulan Mei sejak tahun 2004. JFFF berangkat dari visi mengangkat citra, harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui industri berbasis budaya, dan dalam 10 tahun berkembang semakin menegaskan arahnya untuk menjadi sebuah trade show. Industri berbasis budaya dalam konteks sebuah industri kreatif, sangat dekat berhubungan dengan produk-produk lokal hasil karya pengrajin atau industri berskala kecil-menengah yang berpotensi menjadi daya tarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sementara itu di sisi lain, Indonesia dengan jumlah penduduk yang demikian besar, mempunyai potensi pasar lokal yang juga sangat besar.

Berangkat dari adanya berbagai potensi tersebut, maka  JFFF secara konsisten berupaya memberi tempat, membantu promosi, dan menjadi wadah kreativitas bagi para pelaku industri berbasis budaya. JFFF membantu mengemas hasil karya mereka agar dapat dikenal secara luas, sejalan dengan misi yang dijalankan JFFF yaitu ‘Transforming Indonesia into Global Taste’. Karena dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk lokal, maka secara otomatis akan meningkatkan perekonomian bangsa secara mandiri.

JFFF One Decade, pada tahun 2013 ini masih konsisten dengan tiga program utamanya yaitu fashion, food, dan entertainment. Pembukaan JFFF pada tanggal 9 Mei 2013 akan menampilkan Gading Nite Carnival, yaitu kemeriahan pesta rakyat yang diisi dengan parade mobil hias, atraksi penari yang menjadi pertemuan beragam kreasi seni dari berbagai daerah di Indonesia, serta ditutup dengan pesta kembang api nan spektakuler.

Sementara itu, dari ajang Food Festival, Kampoeng Tempo Doeloe  (KTD) yang selalu dinantikan masyarakat, akan menghadirkan sekitar 80 stand makanan yang seluruhnya merupakan para UKM di bidang kuliner, dengan kurang lebih 100 ragam jenis hidangan.  KTD akan menghadirkan suasana dekorasi yang terinspirasi dari beberapa bangunan unik peninggalan zaman kolonial di sekitar Kota Tua seperti Candra Naya di Jalan Gajah Mada yang ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya sekaligus menjadi saksi sejarah etnis Tionghoa di Jakarta. Kali ini KTD akan menghadirkan ragam makanan khas peranakan yang telah turut mewarnai kekayaan khazanah kuliner Indonesia, seperti Lontong Cap Gomeh, Siomay, Lumpia, Nasi lemak, Laksa, Mie Kangkung dan masih banyak lagi. Hidangan yang disajikan pada Preview JFFF hari ini adalah beberapa contoh dari makanan yang akan dijumpai di Kampoeng Tempo Doeloe.

Selain itu, agar mampu bergaung secara global, sejak tahun ke-5 pada JFFF 2008 Wine & Cheese Expo digelar sebagai ajang pertukaran budaya, sekaligus menjadi jembatan dalam mempromosikan JFFF ke tingkat internasional. Wine & Cheese Expo saat ini telah mendapat dukungan dari beberapa negara sahabat, seperti Argentina, Chili, Italia, Perancis, New Zealand, dan sejumlah negara lainnya. Bahkan di penghujung acara JFFF ke-10, pada tanggal 26 Mei 2013 akan digelar Jakarta Wine & Cheese Run yang diadaptasi dari Marathon du Medoc di Bordeaux, Perancis. Konsep kegiatan ini sangat unik karena peserta harus berlari sepanjang 10 km dengan mengenakan kostum bertema Science Fiction. Pemenang kompetisi ini akan memperoleh hadiah utama mengikuti Marathon Du Medoc 2013 di Bordeaux, Perancis, pada tanggal 7 September 2013.

Dari Fashion Extravaganza, JFFF akan menampilkan beragam produk lokal berkualitas, mulai dari para  pengrajin dan UKM dari beberapa daerah, siswa-siswi sekolah mode, hingga koleksi dan penampilan karya beberapa desainer terpilih yang menampilkan koleksi terbaru fashion ready to wear, di antaranya adalah Musa Widyatmodjo, Anne Avantie, dan Stephanus Hamy.  

Selain sederet desainer yang menampilkan kreasi terbarunya, dari ajang kompetisi Gading Model Search (GMS) dan GMS Kids Category masih terus secara konsisten mencetak para pelaku industri mode muda dan berbakat di dunia modeling. Sebagian besar para alumni dari ajang kompetisi di JFFF ini telah sukses berkiprah di industri mode dan hiburan Indonesia. Oleh sebab itu, pada tahun ke-10 ini pun yang menjadi face icon JFFF adalah 10 alumni finalis Gading Model Search, sebagai bukti bahwa JFFF telah mampu menelurkan model-model berkualitas yang mendukung kemajuan industri mode Indonesia.

Sementara itu, Fashion Village tempat di mana masyarakat dapat memperoleh produk fashion yang diperagakan di JFFF, hadir dengan area lebih luas sehingga dapat mengakomodir produk-produk dalam negeri berkualitas dari para pengrajin UKM, desainer Indonesia, hingga fashion local brand, yang semuanya merupakan produk ready to wear dengan harga terjangkau. Dengan demikian, produk Indonesia menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Untuk semakin menambah semarak pesta mode dan kuliner ini, JFFF menggelar Late Night Shopping di setiap hari Sabtu sepanjang penyelenggaraan JFFF. Hal ini dilakukan selain untuk mengaktifkan market lokal, juga sekaligus menggairahkan perekonomian di Kota Jakarta. Kami berharap dengan meningkatnya traffic pengunjung di JFFF, maka juga akan semakin banyak masyarakat yang melihat dan mengkonsumsi produk-produk lokal berkualitas yg digelar di Fashion Village.

10 tahun JFFF berupaya kiranya telah membuahkan hasil dengan telah mampu menembus kancah internasional, melalui kerjasama dengan berbagai pihak asing. Sejumlah media asing, model, dan desainer dari beberapa negara terhitung pernah mendukung JFFF, dan pada akhirnya mereka dapat turut mempromosikan JFFF  di negaranya masing-masing.

10 tahun JFFF berkiprah, ajang serupa JFFF dengan beragam skala pun mulai banyak digelar baik di pusat belanja, tempat hiburan, bahkan hingga sekolah. Hal ini adalah sebuah bukti bahwa JFFF telah memberikan inspirasi, sekaligus menularkan semangat nasionalisme untuk mencintai dan menghargai kreativitas anak bangsa berupa produk lokal berkualitas, terutama melalui industri mode dan kuliner yang mempunyai potensi untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. JFFF di tahun ke-10 ini diharapkan dapat menjadi tonggak agar semakin memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan produk lokal Indonesia, sekaligus Kota Jakarta tercinta sebagai salah satu destinasi wisata belanja.

 

Jakarta, Mei 2013
Diterbitkan oleh:
Corporate Communication
PT Summarecon Agung, Tbk
Telp. (021) 4714567/ (021)453-1101
Fax . (021) 471-4557/ (021)453 - 3433
E-mail : publicrelation@summarecon.com